SELAMAT HUT ke-13 MUHAMAD SEAN GELAEL pada 1 November 2009. Semoga
tercapai cita-cita, sekolah sukses dan jadi pereli dunia dan berbakti pada
agama, orangtua dan negara. dari pengasuh Serge-rallyteam.com

 
- SERGE RALLY TEAM - KFC JUNIOR RALLY CHAMPIONSHIP 2009 PUTARAN 3 & 4 (20-22 NOVEMBER 2009)
Sunday, 05 September 2010
Profil

SERGE-RALLY TEAM   

    Serge Rally Team dibentuk tidak saja sebagai ajang untuk menyalurkan hobi, tetapi juga untuk membuktikan kepada seorang bocah bahwa pendirinya dahulu kala adalah pereli dan hingga usia mencapai setengah abad masih bercita-cita jadi juara nasional.

Ricardo “Kadok” Gelael yang pernah menghiasi kancah persaingan olahraga otomotif di Tanah Air pada era tahun 1980-90-an adalah pemrakarsa sekaligus “owner” Serge Rally Team, yang secara teknis didukung pabrik yang membangun khusus reli mobil, yaitu Prodrive yang berkedudukan di Inggris. 

Atlet otomotif yang pernah malang-melintang dalam perlombaan olahraga bermotor itu, lama absen dalam perlombaan sampai akhirnya pada awal tahun 2003 muncul kembali, ketika salah satu putaran kejuaraan nasional speed rally diadakan di Lampung.

“Alasan saya ada dua untuk tampil lagi dalam perlombaan reli mobil,” kata Ricardo ketika itu, “Yang pertama untuk menyalurkan kembali hobi saya dan yang kedua untuk membuktikan kepada putera saya bahwa saya memang atlet reli mobil.”

Menurut Ricardo yang akrab disapa Kadok, putra tunggalnya Muhamad Sean, memintanya berlaga kembali di lintasan untuk membuktikan bahwa ia piawai mengemudikan mobil reli. “Ia tidak puas dengan hanya melihat foto-foto saya ketika berlomba dahulu. Ia ingin melihat saya langsung berlomba di perkebunan dan saya memenuhi keinginannya itu. Saya ingin buktikan saya bisa. Saya ditantangnya,” kata Kadok, lulusan University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat itu. 

“Coba buktikan Papa jago reli,” begitu kata Sean seperti diulang Kadok, “Sehingga saya tersentuh untuk mengikuti lagi kancah perlombaan reli kendati saya sudah termasuk pereli veteran.”

Bocah pencetus kembali keinginan Ricardo untuk tampil dalam kancah reli nasional itu, Muhamad Sean, pada tahun 2003 masih berusia tujuh tahun. Sean, --si calon pereli itu adalah buah hati hasil perkawinan Kadok dan RA Sri Sudarini alias Rini S Bono,-- yang lahir di Jakarta, 1 Nopember 1996. 

Pada tahun 2003 dan 2004, Ricardo yang didampingi navigator Faryd Sungkar belum dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik. Baru pada 2005 Ricardo bersama navigator Hervian Soejono yang menggenjot Subaru Impreza WRX STi dapat masuk urutan lima besar nasional dan pada 2006 bersama navigator yang sama tampil sebagai juara nasional setelah bertarung dalam empat putaran sepanjang tahun itu. 

Kadok memang tidak asing lagi dengan bentuk dan sistem kerja tim reli, karena pada 1996 ia pernah memprakarsai berdirinya Goro Rally Team yang tampil dalam reli nasional dan internasional.

Ketika itu tim tersebut diperkuat Hutomo MP dengan navigator Tony Sorcombe (Selandia Baru), Possum Bourne (Selandia Baru) didampingi navigator Jeffrey JP yang berlaga di tingkat internasional sedangkan Ricardo Gelael didampingi Jeffrey JP mengikuti seri nasional. Mobil yang digenjot Tim Goro ketika itu adalah Subaru Impreza 555.

Ketika mengikuti Petronas Rally Malaysia Juni 1996, Goro Rally Team bersaing dengan pereli dunia Kenneth Eriksson (Swedia), Piero Liatti (Italia), Kenjiro Shinozuka, Richard Burns. Possum saat itu menempati urutan keempat sedangkan Hutomo MP mengalami kerusakan mesin di hari pertama. 

Hutomo MP yang lama tidak ikut berlomba, Desember 2006 di Bali tampil memperkuat Serge Rally Team, namun atlet yang pernah mencuat namanya lewat Humpuss Rally Team tahun 1980-90-an itu berhenti di tengah jalan bersama navigatornya, Faryd Sungkar. 

Mengalahkan ayah, Kadok pernah mengatakan, puteranya Sean ingin mengalahkannya dalam satu ajang lomba dan niat Sean itu sudah kesampaian, kendati ia masih belum sebagai driver, melainkan sebagai navigator mendampingi David Maslan dari Inggris, yang juga “test driver” Prodrive Inggris.   

Dalam perlombaan seri terakhir nasional speed rally di New Kuta – Pecatu Indah Resort, Bali, Desember 2006, David dan Sean tampil sebagai juara pertama, sedangkan ayahnya Kadok didampingi Ian Soejono berada di urutan kedua. 

Ketika dilangsungkan putaran pertama reli sprint 2007 di Palembang, 6-8 April 2007, dengan mengejutkan Sean yang mendampingi pereli nasional Arief Indiarto tampil sebagai juara kedua setelah Ijeck, sedangkan Kadok bertengger di urutan keempat. Sean dan Kadok sama-sama melaju di atas Subaru Impreza WRX yang dibangun Prodrive. 

“Saya awalnya kaget ketika ia mengatakan ingin mengalahkan saya. Ternyata ketika masih usia 10 tahun dan sekolah kelas lima sekolah dasar ia sudah bisa memenuhi harapannya kendati masih sebagai co-driver,” kata Kadok yang akan mengirim Sean ke Norwegia (rencananya Juni 2007) untuk berlatih reli mobil. 

Go International

    Serge Rally Team tidak hanya akan tampil dalam pentas reli nasional, tetapi sudah menyatakan tekad untuk berlaga di kancah reli internasional, di antaranya reli Asia Pasifik (APRC) dan kejuaraan reli dunia (WRC=World Rally Championship). 

Selain tampil pada APRC dalam negeri, Ricardo akan tampil dalam seri kejuaraan dunia di Selandia Baru, Agustus 2007.

“Kita sudah pernah dikenal dunia ketika menjadi tuan rumah WRC di Sumatera Utara pada 1996 dan 1997. Sekarang kita tunjukkan kembali bahwa kita masih punya pereli yang mampu tampil di tingkat dunia dan semoga suatu saat Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah seri WRC,” kata Ricardo.

Seperti halnya ketika membangun Goro Rally Team, Ricardo berkeinginan lewat Serge Rally Team akan terwujud multi-tujuan, di antaranya membangun kembali kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam olahraga otomotif, menggairahkan kembali reli mobil dan menyalurkan bakat para pereli dan yang tidak kalah pentingnya adalah alih teknologi dan alih manajemen reli mobil dunia serta mengenalkan wisata Indonesia ke dunia internasional.

 

 
KFC_logo
©.SERGE RALLY TEAM . 2009 . Allright Reserved